Kampung Bahagia Antar Kota Jambi Masuk 5 Besar Nasional, Bappenas Turun Verifikasi Lapangan

 

REPORTASEKINI.COM | JAMBI — Program Kampung Bahagia yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi berhasil mengantarkan daerah tersebut masuk lima besar nasional dalam ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) menuju Indonesia’s SDGs Action Awards 2026.

Capaian ini menjadi pengakuan terhadap upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui program tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan di lingkungan masing-masing.

Untuk memastikan kesesuaian antara konsep dan pelaksanaan program, tim verifikator dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI melakukan verifikasi lapangan di Kota Jambi, Jumat (6/11/2026).

Kedatangan tim diterima langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian setelah Kota Jambi berhasil menembus lima besar nasional.

Tim verifikator terdiri dari Medi Haryanto selaku Senior Manager Operasi, Religiana Salsabila selaku Wakil Ketua Sekretariat I-SIM, Edy Arsah selaku Kepala UWK Jambi, serta Fatmawati dan Ukat Firmansyah sebagai anggota tim.

Dalam pemaparannya, Maulana menjelaskan bahwa Kampung Bahagia dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut dia, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan juga menjadi faktor penting untuk memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kami sudah menjelaskan mulai dari prosesnya, bagaimana musyawarah bersama warga, perencanaan, hingga pelaksanaannya. Setelah paparan ini, tim penilai akan turun langsung ke sejumlah titik lokasi untuk melihat bagaimana Program Kampung Bahagia benar-benar diaplikasikan di tengah masyarakat,” ungkap Maulana.

Dia menjelaskan, salah satu kekuatan utama Kampung Bahagia terletak pada mekanisme musyawarah di tingkat rukun tetangga (RT). Melalui forum tersebut, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan kebutuhan yang dinilai paling mendesak.

Dengan pola ini, pembangunan diharapkan tidak hanya bersumber dari kebijakan pemerintah, tetapi juga berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Selain pembangunan lingkungan, Kampung Bahagia juga terintegrasi dengan sejumlah program pemberdayaan lainnya, di antaranya Optimalisasi Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM), penguatan keamanan lingkungan, pemasangan CCTV terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui integrasi program tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap Kampung Bahagia mampu memberikan dampak lebih luas, mulai dari meningkatkan kemandirian warga, memperkuat budaya gotong royong, menjaga kebersihan, hingga menciptakan lingkungan permukiman yang aman dan nyaman.

Dalam proses verifikasi, tim Bappenas juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi untuk melihat secara langsung implementasi program. Tahapan ini menjadi penting untuk menilai sejauh mana pelaksanaan Kampung Bahagia berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah dipaparkan.

Maulana didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Lingkungan Hidup, Baperida, serta perwakilan Forum Ketua RT Kota Jambi.

Keterlibatan berbagai perangkat daerah tersebut mencerminkan bahwa pelaksanaan Kampung Bahagia membutuhkan koordinasi lintas sektor dan dukungan masyarakat.

Maulana berharap capaian lima besar nasional dalam ajang I-SIM dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Dia menegaskan, keberhasilan Kampung Bahagia tidak semata-mata diukur dari pencapaian dalam kompetisi nasional, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, pembangunan yang berhasil adalah ketika warga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, terlibat dalam menentukan kebutuhan lingkungannya, serta merasakan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *