REPORTASEKINI.COM | JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana meminta seluruh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) di tingkat kecamatan dan kelurahan mengoptimalkan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang melalui program Kampung Bahagia.
Instruksi tersebut disampaikan Maulana seusai membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Jambi Tahun 2026 di Aula Bapperida, kawasan Kota Baru, Kota Jambi, Kamis.
Menurut Maulana, keberadaan CCTV yang terintegrasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi harus dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung pengawasan lingkungan. Dengan begitu, potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti.
Ia mendorong jajaran Kasi Trantib agar tidak hanya mengandalkan pengawasan secara konvensional, tetapi juga memaksimalkan teknologi dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
“Pengawasan lingkungan harus dioptimalkan melalui pemanfaatan CCTV Kampung Bahagia yang terhubung dengan Diskominfo. Ini menjadi salah satu upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Maulana juga mengapresiasi peran Kasi Trantib yang selama ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, bersama unsur TNI dan Polri, yakni Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
Ia menegaskan, stabilitas keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga merupakan faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta keberhasilan program Kota Jambi Bahagia.
Rapat koordinasi Linmas tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan sinergi lintas instansi. Selain itu, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas serta memperkuat peran perlindungan masyarakat di tingkat kelurahan.
Penguatan pengawasan wilayah dinilai semakin penting mengingat Kota Jambi akan menghadapi sejumlah agenda besar pada 2026.
Tiga agenda tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi, Forum Smart City Nasional, serta Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026.
Pemkot Jambi menilai kesiapan personel Linmas dan unsur kewilayahan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan seluruh agenda tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain pengawasan keamanan, pemerintah kota juga mendorong penguatan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat kelurahan sebagai unsur pelaksana utama perlindungan masyarakat.
Peran Satlinmas mencakup berbagai aspek, mulai dari mitigasi dan penanganan bencana, pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, pengamanan pemilu, hingga dukungan terhadap pertahanan negara.
“Kami berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan jajaran kewilayahan semakin kuat sehingga upaya menjaga ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat dapat berjalan lebih efektif,” kata Maulana.












