JAMBI, 1 September 2026 — Pemerintah Kota Jambi menargetkan 150 tenaga kerja muda daerah itu mengikuti program magang ke Jepang pada 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aratana Kibo.
Menurut Liana, program ini tidak hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga mempersiapkan peserta agar memiliki keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap budaya dan lingkungan kerja internasional.
“Kegiatan pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan seleksi, persyaratan, budaya kerja di Jepang, hingga persiapan fisik dan mental para peserta,” kata Liana di Jambi, Selasa.
155 Orang Mendaftar, Didominasi Lulusan SLTA
Minat masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Sosialisasi awal yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi diikuti sekitar 160 orang.
Dari kegiatan itu, sebanyak 155 orang tercatat mendaftar secara resmi. Mereka terdiri atas 109 lulusan SLTA atau sederajat dan 46 lulusan perguruan tinggi jenjang sarjana (S1).
Namun, dari jumlah tersebut, baru 83 orang yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Sementara itu, pendaftar lainnya masih diberi kesempatan untuk melengkapi berkas hingga akhir September 2026.
Setelah tahap administrasi, calon peserta menjalani pembekalan dan persiapan intensif selama satu bulan di Kota Jambi sebelum mengikuti Seleksi Nasional yang diselenggarakan Kemnaker RI mulai 19 Oktober 2026.
Liana menjelaskan, Kemnaker RI akan menerjunkan empat penguji selama empat hari untuk melaksanakan proses seleksi tersebut.
Kontrak Magang Selama Tiga Tahun
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan melanjutkan tahapan tes fisik, pemantapan kemampuan, serta pelatihan lanjutan. Program pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua bulan di Jambi dan dua bulan berikutnya di Jakarta.
Setelah memenuhi seluruh persyaratan, peserta akan memperoleh informasi mengenai lokasi penempatan di Jepang. Mereka kemudian berkesempatan mengikuti program magang dengan masa kontrak selama tiga tahun.
Pemerintah Kota Jambi berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Liana berharap, para peserta nantinya tidak hanya mendapatkan pengalaman profesional di Jepang, tetapi juga mampu membawa pulang pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan budaya kerja positif untuk diterapkan dalam pembangunan daerah.
Wawali Ingatkan Peserta Siapkan Mental dan Adaptasi Budaya
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengingatkan para calon peserta agar mempersiapkan diri secara matang sebelum mengikuti program magang di Jepang.
Menurutnya, bekerja dan tinggal di negara lain menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, lingkungan, hingga pola kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kesiapan fisik dan mental dinilai sama pentingnya dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam proses seleksi.
Program magang ini diharapkan tidak hanya membuka akses kerja bagi generasi muda Kota Jambi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, disiplin, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan persiapan yang terarah dan proses seleksi yang ketat, target pengiriman 150 tenaga kerja muda ke Jepang diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Kota Jambi.






