Danau Kajang Lako Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Pemkot Jambi Siapkan Ruang UMKM dan Pengendalian Banjir

JAMBI, Selasa 13 Oktober 2026 — Pemerintah Kota Jambi menargetkan kawasan Danau Kajang Lako mulai beroperasi pada akhir 2026. Proyek ini tidak hanya diproyeksikan menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang terbuka publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyediaan area khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah Kota Jambi kini terus mendorong penyelesaian pembangunan kawasan tersebut agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Target pengoperasian turut mempertimbangkan kondisi cuaca serta proyeksi musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada November 2026.

Danau Kajang Lako dirancang dengan konsep multifungsi. Selain menjadi kolam retensi untuk menampung limpasan air, kawasan ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi salah satu persoalan perkotaan di Kota Jambi.

Pemkot Jambi memperkirakan keberadaan danau tersebut berpotensi membantu mengatasi persoalan banjir hingga 60 persen. Namun, capaian tersebut akan bergantung pada efektivitas fungsi tampungan, sistem drainase yang terhubung, serta kondisi hidrologi dan curah hujan di wilayah sekitarnya.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan pengembangan Danau Kajang Lako diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, kawasan tersebut tidak semata-mata dibangun untuk mendukung pengendalian banjir, tetapi juga untuk menyediakan ruang publik yang nyaman dan produktif.

“Kami ingin Danau Kajang Lako ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan. Bukan hanya membantu mengurangi banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka yang nyaman dan tempat bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” ujar Diza.

Untuk mendukung fungsi tersebut, kawasan Danau Kajang Lako dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya jalur pedestrian, ruang terbuka, serta area yang disiapkan bagi pelaku UMKM lokal.

Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat menjadikan kawasan danau sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus lokasi kegiatan ekonomi. Pelaku UMKM nantinya berpeluang memanfaatkan arus kunjungan masyarakat untuk memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.

Pengembangan ruang usaha di kawasan publik juga diharapkan membuka kesempatan bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. Meski demikian, pengelolaan area UMKM perlu dirancang secara teratur, termasuk menyangkut penataan lokasi usaha, kebersihan, kenyamanan pengunjung, dan mekanisme pemanfaatan fasilitas.

Dengan perencanaan tersebut, kawasan Danau Kajang Lako diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya.

Sebelum beroperasi secara penuh, Pemkot Jambi merencanakan seremoni peresmian kawasan. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum fasilitas dibuka dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.

Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama karena danau tersebut dirancang memiliki fungsi teknis sebagai kolam retensi sekaligus fungsi sosial sebagai ruang publik.

Pengoperasian kawasan perlu didukung dengan kondisi fasilitas yang memadai, sistem pengelolaan lingkungan yang baik, serta pemeliharaan berkelanjutan agar fungsi penampungan air tetap berjalan seiring dengan aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, efektivitas Danau Kajang Lako dalam membantu mengurangi banjir juga menjadi hal yang perlu dicermati setelah kawasan mulai beroperasi. Evaluasi terhadap kapasitas tampungan, aliran air, dan keterhubungan dengan sistem drainase diperlukan untuk mengukur manfaatnya secara nyata.

Pengembangan Danau Kajang Lako menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi mengintegrasikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dengan penyediaan ruang publik dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Jika pembangunan dan pengelolaannya berjalan sesuai rencana, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ruang publik baru di Kota Jambi, sekaligus memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang.

Dengan target operasional pada akhir 2026, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian pembangunan, kesiapan fasilitas pendukung, dan efektivitas fungsi kolam retensi agar manfaat yang direncanakan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *