Di Balik Seragam Loreng: Senyum dan Masker Pemuda Pancasila Jambi Hadir di Tengah Kepungan Asap di Kota Jambi

Berita Utama92 Dilihat

JAMBI, 29.08.2026 – Kepungan kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda Kota Jambi beberapa pekan terakhir telah merenggut kenyamanan warga. Jarak pandang menipis, kualitas udara memburuk, dan ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengintai di setiap sudut jalan. Di tengah situasi krisis ini, sebuah pemandangan kontras dan menyejukkan hati justru hadir dari barisan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jambi.

Menggeser stigma kaku yang kerap melekat pada organisasi kemasyarakatan (ormas), ratusan kader Pemuda Pancasila justru tampil ke garis depan sebagai pelindung warga. Mengusung semangat kepedulian tanpa batas, MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi menggelar aksi simpatik pembagian ribuan masker gratis di titik-titik vital lalu lintas, yang dipusatkan di Simpang JBC dan Persimpangan Jelutung.

Aksi ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud nyata empati kepemimpinan. Di Simpang JBC, Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi, ADRI, SH., MH., bersama Komandan KOTI Mahatidana, Burhanuddin M Ali, memilih menanggalkan kenyamanan ruang ber-AC untuk turun langsung ke jalanan berasap.

Keduanya berbaur bersama kader, menghirup udara yang sama pekatnya dengan yang dirasakan warga, demi memastikan setiap masker sampai ke tangan yang membutuhkan. Kehadiran pucuk pimpinan di tengah pekatnya kabut asap ini mengirimkan pesan kuat: bahwa kepemimpinan sejati di Pemuda Pancasila adalah tentang keberanian memikul beban bersama rakyat.

“Hari ini kita buktikan, seragam loreng ini bukan untuk gagah-gagahan, bukan untuk menakuti warga, dan bukan sekadar simbol struktur. Seragam ini adalah wujud pengabdian. Saat masyarakat Jambi sesak napas karena asap, kamilah yang harus pertama kali hadir memberikan perlindungan. Pemuda Pancasila harus dirasakan manfaatnya, bukan ditakuti eksistensinya,” tegas ADRI, SH., MH. di sela-sela pembagian masker.

Narasi kepedulian ini secara khusus difokuskan pada para pekerja jalanan. Bagi pekerja kantoran, menghindari asap mungkin bisa dilakukan dengan berdiam di dalam ruangan. Namun bagi driver ojek online, sopir angkot, tukang sapu jalan, dan pedagang asongan, kemewahan itu tidak ada. Mereka harus terus menantang bahaya demi dapur keluarga yang tetap mengepul.

Kader Pemuda Pancasila Jambi secara proaktif menghampiri kelompok rentan ini. Setiap masker yang diserahkan bukan sekadar kain penutup hidung, melainkan bentuk solidaritas bahwa para pejuang nafkah ini tidak dibiarkan berjuang sendirian melawan bencana ekologis.

Kekuatan yang Mengayomi: Sisi Humanis KOTI Mahatidana

Momen paling menggugah simpati publik terlihat dari gestur para kader KOTI Mahatidana. Selama ini, satuan KOTI kerap diidentikkan dengan postur tegap, kedisiplinan tinggi, dan ketegasan fisik. Namun di tengah kepungan asap Jambi, ketegasan itu bertransformasi menjadi kelembutan yang mengayomi.

Para pengguna jalan dibuat terenyuh melihat kader berseragam loreng oranye-hitam ini tersenyum ramah, membungkukkan badan saat menyerahkan masker kepada pengendara lansia, dan dengan penuh kehati-hatian membantu memakaikan masker kepada anak-anak kecil yang dibonceng orang tuanya. Gestur sopan dan bahasa tubuh yang merendah ini secara efektif meruntuhkan stigma negatif ormas, membuktikan bahwa “otot” Pemuda Pancasila didedikasikan sepenuhnya untuk melindungi dan melayani masyarakat.

Sementara itu, di Persimpangan Jelutung, semangat gotong royong yang sama juga dikomandoi dengan apik oleh Ritas Maryanto dan Taufan Junaidi. Ratusan masker terdistribusi dengan tertib, diiringi sapaan hangat yang mengedukasi warga agar tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan di jalan raya.

Melalui aksi nyata yang humanis ini, MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi menegaskan komitmennya: Keras dalam menjaga ideologi, namun lembut dalam mengayomi masyarakat. Di tengah kabut yang mengaburkan pandangan, kepedulian Pemuda Pancasila justru menjadi titik terang yang mengembalikan marwah organisasi kemasyarakatan di hati warga Jambi.

Penulis : Andrew Sihite – Indra Jaya – Kang Maman (KOTI Mahatidana MPW Provinsi Jambi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *