JAMBI, 31 Agustus 2026 – Musim kemarau yang melanda Kota Jambi tidak dibiarkan menjadi beban yang dipikul sendirian oleh masyarakat. Memasuki fase kritis cuaca ekstrem, Satgas Siaga Bencana Kekeringan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang terus bermanuver di lapangan, mengerahkan armada tangki secara masif untuk menyalurkan bantuan air bersih langsung ke pemukiman warga terdampak.
Langkah tanggap darurat ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui pendekatan diplomatik dan kolaboratif yang kuat. Manajemen Tirta Mayang menggandeng erat para pemangku wilayah—mulai dari tingkat Camat, Lurah, hingga Ketua RT. Sinergi lintas sektoral ini dirancang untuk memetakan titik krisis secara presisi, memastikan distribusi air bersih berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran tanpa birokrasi berbelit.
Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, S.T., menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah situasi krisis adalah wujud nyata pelayanan publik yang berpihak pada rakyat.
“Air adalah urat nadi kehidupan. Kami ingin memastikan masyarakat tidak pernah merasa berjuang sendirian dalam menghadapi kondisi kemarau ini. Setiap kali ada warga pelanggan yang pasokannya terputus, Satgas kami akan langsung merespons. Melalui koordinasi erat dengan perangkat RT dan kelurahan, kami pastikan armada air bersih tiba melayani warga secara adil dan merata,” ungkap Arianto.
Guna mempercepat rantai distribusi, manajemen Tirta Mayang dan Pemerintah Kota Jambi telah mengintegrasikan saluran pengaduan darurat. Warga yang membutuhkan suplai air bersih kini dapat mengajukan permohonan melalui pengurus RT setempat, atau melapor secara langsung melalui dua jalur siaga 24 jam:
- Call Center Bahagia Pemkot Jambi: 112
- WhatsApp Layanan Darurat Pelanggan Tirta Mayang: 0821-2121-9692
Kehadiran Satgas Siaga Bencana ini menjadi bukti nyata bahwa kritik publik dan kondisi alam ekstrem justru direspons oleh PDAM Tirta Mayang dengan peningkatan kinerja operasional langsung ke masyarakat.







